
Berita: Pembiasaan Pagi Asrama Setelah Mapping Prestasi Santriwati
Asrama MAN 22 Jakarta kembali mempersiapkan prestasi melalui pembiasaan pagi yang dilakukan di asrama, pasca-mapping prestasi santriwati. Pembiasaan pagi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas belajar dan tahfidz Al-Qur’an santriwati sesuai dengan kategori yang telah ditetapkan, yaitu Kelas Tahfidz, Kelas Prestasi, dan Kelas Tahsin.
Kelas Tahfidz difokuskan pada santriwati menghafal Al-Qur’an minimal 10 juz, dan dibimbing langsung oleh guru tahfidz yang berkompeten. Setiap santri di kelas ini diberikan perhatian khusus agar mampu menghafal dan memahami Al-Qur’an dengan baik.
Kelas Prestasi diperuntukkan bagi santriwati untuk mengikuti perlombaan dalam bidang Hafalan Al-Qur’an. Kelas ini dibimbing oleh Ustadzah Inggit, yang tidak hanya dikenal sebagai juara 1 lomba MHQ 30 Juz di Jakarta, namun juga seorang guru tahfidz di asrama yang memiliki pengalaman luas dalam mengajar dan mengembangkan potensi santriwati. Kelas prestasi yang telah berjalan berhasil meraih juara 2 dan 3 MHQ pada JMC.
Kelas Tahsin diperuntukkan untuk santriwati yang ingin meningkatkan kualitas bacaan dan tajwid Al-Qur’an mereka. Kelas ini dibimbing oleh pengasuh asrama lainnya yang sudah terlatih dalam bidang ini, sehingga diharapkan santri dapat memperbaiki bacaan Al-Qur’annya dengan baik.
Wakil Asrama, Muhammad Sholeh, memberikan tanggapannya terkait pembagian kategori dalam pembiasaan pagi ini. Ia menyambut positif pembagian kelas yang terstruktur dan jelas berdasarkan prestasi masing-masing santriwati.
“Pembiasaan pagi ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap santri mendapat perhatian khusus sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Dengan adanya pembagian kelas tahfidz, kelas prestasi, dan kelas tahsin, kita bisa lebih fokus dan maksimal dalam mendampingi santriwati untuk berkembang sesuai dengan potensi masing-masing. Kelas tahfidz untuk mereka yang sedang menghafal, kelas prestasi untuk yang sudah mencapai tingkat hafalan tinggi, dan kelas tahsin untuk memperbaiki bacaan, itu semua sangat penting dan mendukung satu sama lain,” ujar Muhammad Sholeh.
Pembiasaan pagi ini diharapkan dapat membentuk karakter santri yang lebih disiplin dalam belajar dan menghafal Al-Qur’an, serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk berkembang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Dengan bimbingan yang intensif dan sistematis dari para pengasuh asrama serta para guru yang berkompeten, diharapkan para santriwati dapat mencapai tujuan pendidikan yang lebih tinggi, baik dalam penghafalan Al-Qur’an maupun dalam meningkatkan kualitas bacaan mereka.
Disamping itu, kelas khusus pembelajaran arabic dan english practical telah berjalan setiap sore, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas santriwati dalam berbahasa asing arab maupun inggris.
